Kamis, 13 November 2008

[daarut-tauhiid] Mata Uang Seks Belanda

Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,

Inna lillaahi wa inna ilaihi raajiuun!

Ternyata salah satu negara pembela demokrasi (?), penegak HAM (?), dst dll
dsb yang mencerminkan maju dan tingginya budaya dan sistem sosial a la Barat
Eropah ini akhirnya menunjukkan borok yang selama ini tidak kunjung pecah!
Seperti inikah cerminan masyarakat egaliter dan rasional yang mendukung HAM
terutama dalam konteks seks: boleh nikah sesama jenis, seks ekstra-marital,
dst dsb dll?

Mari kita simak dulu beritanya:

*Internasional*

*Mata Uang Seks Belanda*

*Edisi 13 November 2008*

*DEN HAAG* -- Di mata Menteri Urusan Keluarga dan Pemuda Belanda Andre
Rouvoet, seks kini sekadar mata uang di kalangan generasi muda Negeri Kincir
Angin. Kata Menteri Rouvoet, moral seks generasi muda Belanda sudah hilang
tak tentu rimbanya. "Seorang gadis cuma dianggap obyek dan seks sebagai mata
uangnya," katanya.

Katanya lagi, "Cinta tidak memainkan peranan lagi dalam kehidupan para
pemuda dan pemudi." Karena itu, Rouvoet mengaku berniat menggelar perdebatan
mengenai masalah tersebut.

"Saya belum mengusulkan langkah hukum secara khusus," tuturnya menanggapi
tayangan dokumenter televisi bertajuk *Sex Sells* yang disiarkan pekan lalu.

Film itu memperlihatkan sejumlah anak lelaki dan perempuan berumur 12 hingga
16 tahun berbicara terus terang tentang seks. Mereka dengan polos menuturkan
pengalaman seksual pertama mereka. Bahkan beberapa di antaranya mengaku
telah melakukan hubungan suami-istri dengan pasangannya pada umur 9 tahun.

Masih menurut film tersebut, rata-rata remaja yang berasal dari Amsterdam
itu mengaku kehilangan kegadisan pada usia 13 tahun. Semua berawal dari
kebiasaan memakai seks sebagai mata uang atau alat tukar. Semisal si gadis
rela memberikan layanan seks kepada si bocah lelaki demi sebatang cokelat,
rokok, pakaian, atau makan malam dan *clubbing*.*INDEPENDENT | DRE*

Apakah para penentang RUU (sekarang UU) Pornografi pernah mengetahui fakta
ini? Apakah akan menunggu moral bangsa ini yang mayoritas muslim dan
mayoritas masih menjunjung budaya melayu-timur yang sarat moral menjadi
'maju dan tinggi' spt digambarkan berita di atas? Atau sebenarnya sudah ada
dalam skala kecil dan dalam wilayah tertentu sehingga mereka malah
mendukungnya dengan cara menolak segala aturan hukum yang akan mengekang hal
ini?

Demikianlah 'positif' nya hukum buatan dan rekayasa akal/logika manusia!

laa haula wa laa quwwata illa billah ...!

satriyo

--
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest
>> al-Ra'd [13]: 28

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
===================================================
Recent Activity
Visit Your Group
Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Y! Messenger

Instant hello

Chat over IM with

group members.

Yahoo! Groups

Cat Group

Join a group for

people who love cats

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: