Rabu, 12 November 2008

[daarut-tauhiid] Merengkuh cinta dalam buaian pena

Merengkuh Cinta dalam Buaian Pena 


Oleh : Ali Margosim Chaniago/berbagai sumber


 
--------------------



Buya HAMKA bertutur :
"Tidakkah kau lihat langit biru dengan awan berarak
disulam oleh burung-burung, amatlah indah. Atau engkau saksikan lereng
bukit yang teramat indah. Atau taman bunga yang mekar beraneka warna
dengan harum semerbak, teramat indah. Atau kau dengar suara jangkrik
bersahutan, teramat indah. …Mengapa hati yang satu-satunya ini, kau
biarkan merana tanpa gelora cinta kepadaNya?"
Ikhwah
Fillah! Lihatlah lelaki yang satu ini. Sepanjang hari ia berdakwah.
Dari pukul enam pagi hingga pukul enam sore. Tak lagi satu daerah yang
ia sambangi, telah berkali-kali gurun pasir ia lalui. Sementara ia
masih muda. Sejarah mencatat, umurnya belum genap 20 tahun. Bila malam
tiba, malampun ia bagi menjadi tiga. Sepertiga untuk ibadah, sepertiga
untuk MENULIS, dan sepertiga lagi untuk istirahat. Itulah dia Imam
Syafi'I muda.
Ada ribuan ulama di muka bumi
ini. Tapi, ulama yang satu ini benar-benar beda. Tanpa kenal siang dan
malam, jari-jemarinya selalu menari bersama pena untuk mengangungkan
TuhanNya, menyelamatkan aqidah umat, dan menjaga kehormatan umat. Bila
anda bertanya,"Wahai Syaikh, haruskah kami sepertimu?"Dia akan
menjawab,"Cukuplah seperti apa yang kau lihat!" Dan ia akan berpesan
kepadamu,"Berlelah-lelahlah dalam kebajikan, karena dalam kelelahan itu
ada kenikmatan yang sungguh nikmat." Ulama yang satu ini ketika
terbaring di rumah sakit, tiba-tiba datang seorang dokter dengan suara
lantang mencegat beliau,"Wahai Pak Tua…, bukankah saya sudah melarang
anda membaca buku. Anda harus tahu diri. Anda itu sakit."
Sang Syaikh
ini tersenyum,"Terimaksih. Anda sudah mengingatkan saya bahwa saya
sakit. Kalau tidak, saya bisa lupa bahwa saya sedang sakit. Begitulah
saya mencintai buku. Buku adalah penghibur hidup saya…" Dengan sedikit
angkuh, Si Dokter bertanya,"Emangnya, kau sudah membaca seberapa banyak
buku?" ujarnya sembari melangkah keluar. "Alhamdulillah, saya baru
membaca 20.000,00 jilid buku!" jawab si Syaikh tenang. Begitulah dia si
Syaikh yang satu ini. Dia termasuk ulama termasyur sekaligus produktif
dalam catatan sejarah dunia. Dia bernama Syaikh Ibnul Qayyium Al
Jauziyah.
Ikhwah Fillah! Murid beliau bernama
Syaikh Muhammad Al Ghozali, yang merupakan guru dari Syaikh Yusuf
Qordawi, juga merupakan ulama dan penulis termasyur. Dalam suatu
pengajian Syaikh Muhammad Al Ghozali berkata: Dalam hidup ini hanya ada
dua pilihan. Pertama, menjadi bagian dalam menciptakan
fikroh(Pemikiran). Kedua, dipaksa mengikuti fikroh.
Mari
kita kupas satu persatu. Menjadi bagian dalam menciptakan fikroh.
Sejarah mencatat, orang-orang yang terlibat dalam bagian ini, dialah
yang dikenal sebagai motor sebuah Peradaban. Kenalkah kita dengan Karl
Lar March dengan karyanya Das Capital. Buku ini adalah biang keladi
munculnya system kapitalisme, dan zionisme oleh Israel di dunia ini.
Dimana orang-orang eropa terobsesi untuk menjadi penjajah dengan tujuan
utama mereka adalah Gold, Glory , dan Gospel. Dan zionisme Israel
bercita-cita menjadi penguasa tunggal dunia dengan menjadikan amerika
sebagai kaki tangannya.
Pernahkah kita mendengar
kata 'Samurai'. Ya, lebih tepatnya Novel Samurai. Di Jepang, novel ini
menjadi bacaan wajib warga negaranya mulai dari anak-anak SD hingga
tingkat Perguruan Tinggi. Dan yang mencengangkan lagi adalah Novel ini
dikukuhkan sebagai kitab kedua setelah kitab agama Shinto. Dipaksa
mengikuti fikroh. Ya, lebih dan kurang bisa kita amati langsung. Mulai
dari media, baik media cetak maupun media elektronik.
Pemikiran-pemikiran
mereka(Baca Yahudi dan nasrani) tiap hari menjadi santapan kaum
muslimin. Dan , anehnya, kita hanya menjadi konsumer terbesar. Tidak
mampu menjadi produser. Majalah Times, majalah forbes lebih
diagung-agungkan oleh banyak kaum muslimin ketimbang majalah islam
sendiri. Padahal, majalah itu tepatnya buat orang Amerika dan Eropa.
Berbagai pemikiran kapitalisme, liberalisme, dan sekulerisme lebih
dominan di benak kaum muslimin daripada konsep pemikiran islami dalam
dirinya.
Saudaraku, kenyataannya memang
begitu, kaum muslimin menjadi pengikut setia pemikiran orang lain. Kita
menjadi pengikut trend dan mode orang lain. Hal ini perlu menjadi
renungan kita semua.
Ikhwah Fillah! Meneropong
ke masa lalu. Kejayaan islam dulunya ditandai dengan berkembang
pesatnya berbagai keilmuan kaum muslimin. Sehinga kita kenal sangat
banyak ilmuwan muslim dengan berbagai disiplin ilmu. Seperti Ibnu Zina,
Innaribayan, Ibnu Rusyid, Ibnu khaldun, Ibnu Rayhan, dkk. Satu catatan
penting adalah mereka semua adalah MENULIS. Di zaman khalifah Ar
rasyid, Khalifah Al makmun dan beberapa periode setelah khalifah Al
makmun. Para penulis sangat dihormati. Berat sebuah buku apa saja
dihargai dengan berat emas. Sekarang??? He hehe, Fee untuk penulis
professional 15 persen dari harga buku. Sudah lumayan!
Ikhwah
Fillah! Mari kita menulis seperti Syaikh Ibnul Qoyyum Al Jauziyah
menulis. Menulis untuk mengangungkan Allah SWT, menyelamatkan aqidah
umat, dan menjaga kehormatan umat. Bila kita yakin dan istiqomah dengan
prinsip diatas, tidaklah perlu kita khawatir dengan penghidupan dunia
kita. Sejarah mencatat, belum ada penulis yang miskin di dunia ini.
Mereka hidup serba berkecukupan, karena Allah menjamin rezki
orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Mereka adalah orang
terkaya, Orang yang kaya ilmu, yang selalu menyumbangkan ilmu tanpa
habis-habisnya.
{Tiga orang yang selalu
mendapatkan pertolongan Allah tiada henti-hentinya adalah mujahid yang
membela agama Allah, PENULIS yang mencerahkan, dan pemuda yang
menyegerakan menikah untuk menjaga kehormatan diri.} (HR Ahmad)
Wahai
para penerus Syaikh Ibnul Qoyyum Al Jauziyah, Syaikh Ibnu Taimiyah,
Syaikh Muhammad Al Ghozali, Syaikh Yusuf Qardawi, Syaikh Hasan Al
Banna, Said Quthb, Buya HAMKA, M Natsir…, teruslah melangkah dalam
barisan dakwah hingga titik darah penghabisanmu. Mari kita bersama
MERENGKUH CINTA DALAM BUAIAN PENA AL HUB FILLAH WA LILLAH
sumber:dudung.net
-----------------------
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
===================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: