Selasa, 11 November 2008

[daarut-tauhiid] Sudah sepantasnya sistem ekonomi dunia memakai ekonomi islami...

Saya foward email dari saudara saya di Malaysia :

Attached below an interesting article written by the former Prime Minister
of Malaysia, Dr Mahathir Mohamad which directly touch the current world
economic crisis. I think we still remember the 1997/98 Asian financial
crisis whereby he introduce the currency control, pegging the MYR to the USD
and bailout. He has done miracle to Malaysian economy and saving us from
borrowing from IMF. At that time IMF and the US criticised the move but now
every country especially the US is bailing out their company/business.
Hopefully this time we all especially the Asian countries will be able to
withstand the world economic turmoil.

Best Regards,
Hj Abdul Fatah
Malaysia

DINAR EMAS
Posted by Dr. Mahathir Mohamad at November 4, 2008 2:46 PM | Permalink |
Comments (291) | TrackBacks (0) | Previous Blog

1. Ramai juga yang bertanya berkenaan Dinar Emas termasuk juga BBC yang
mengadakan wawancara dengan saya baru-baru ini.

2. Apa yang sudah jadi kenyataan yang tidak lagi dapat dinafi oleh
negara-negara di dunia ialah sistem kewangan yang ada sekarang sudah gagal
untuk diguna dalam ekonomi dan dagangan baik dalam negeri atau antarabangsa.

3. Keputusan Bretton-Woods selepas Perang Dunia Kedua ialah semua matawang
negara di dunia ditentukan nilainya mengikut nilai tukaran dengan matawang
Amerika Syarikat.

4. Tetapi di tentukan juga yang nilai Dolar Amerika ialah sebanyak 35 Dollar
untuk satu ouns emas. Ini bermakna secara tidak langsung semua matawang
dinilai mengikut sekian banyak emas.

5. Di masa itu semua matawang adalah kukuh. Tetapi Britain, pada tahun 1966
telah turunkan nilai Pound British. Malaysia telah rugi banyak kerana
simpanan (reserve) kita adalah dalam matawang Pound. Pada satu masa Pound
yang bernilai Ringgit Malaysia 8.30 telah turun kepada Ringgit Malaysia
3.60.

6. Kemudian Presiden Richard Nixon membuat keputusan bahawa Dollar Amerika
tidak lagi terikat dengan emas. Amerika telah tolak apa yang dipanggil
sebagai "Gold Standard". Amerika juga memutuskan bahawa pasaran akan
tentukan nilai Dolar Amerika.

7. Tetapi negara-negara lain masih percaya akan kekuatan ekonomi Amerika dan
meneruskan ikatan nilai matawang mereka dengan Dollar.

8. Satu lagi keputusan dunia antarabangsa ialah nilai dagangan antarabangsa
ditentukan dengan nilai Dollar Amerika dan bayaran juga dibuat dengan Dollar
Amerika. Ini menyebabkan permintaan bagi Dollar Amerika menjadi kuat dan
sekali gus menjamin nilai Dollar Amerika tidak jatuh walaupun tidak lagi
diukur dengan sekian banyak emas.

9. Pada satu masa dahulu bank besar dibenarkan mencetak dan mengeluarkan
"Bank Notes" sebagai wang yang sah dipergunakan. Kemudian pemerintah
mengambil alih pengeluaran matawang.

10. Bank mengeluarkan pinjaman daripada modal dan deposit oleh pelanggan.
Kadang-kadang jumlah pinjaman melebihi wang yang ada dalam bank. Tetapi ini
dihadkan. Walaupun demikian pinjaman yang dikeluarkan kerap kali jauh lebih
banyak dari had yang ditentukan.

11. Apabila pendeposit mengeluarkan simpanan mereka beramai-ramai maka bank
tidak mampu untuk membayar balik kepada pendeposit kerana semua wang telah
diberi pinjam bahkan lebih daripada itu. Dalam keadaan ini bank mesti di
selamatkan (bail-out) oleh Kerajaan.

12. Melihat bahawa bank boleh mengeluarkan pinjaman hampir tanpa had
(unlimited) maka penyangak pun merancang untuk guna duit bank yang tidak
terhad ini untuk meraih keuntungan atas angin. Maka berlakulah dagangan
matawang, pinjaman kepada peminjam yang keupayaan membayar tidak terjamin,
penjualan pinjaman yang dikeluarkan oleh bank kepada syarikat insurans dan
syarikat gadaian (mortgage company) dan lain-lain. Jumlah semua transaksi
ini amat besar, bernilai berbilion dolar. Apabila ramai peminjam tidak dapat
bayar hutang atau servis hutang, maka mereka yang membeli pinjaman bank
dapati mereka akan rugi berbilion dolar.

13. Dan banyak lagilah penyalahgunaan sistem bank Barat yang dilakukan.
Demikian Amerika dengan kekayaannya yang besar sekalipun tidak dapat
menampung berbilion dolar kerugian oleh bank, syarikat, insuran, syarikat
mortgage, hedge funds, merchant dan investment bank dan lain-lain.

14. Sesungguhnya sistem bank dan matawang Barat sudah gagal. Dunia harus
kaji untuk menggantinya dengan sistem lain termasuk perbankan Islam dan
dagangan dengan matawang khusus seperti Dinar Emas.

15. Tidak seperti duit kertas emas tetap mempunyai nilai dimana-mana dalam
dunia. Dinar Emas dicadang hanya untuk menyelesaikan bayaran dagangan
antarabangsa.

16. Apakah ada cukup emas dalam dunia untuk dijadikan wang antrabangsa?
Sudah tentu tidak.

17. Tetapi kita tidak perlu bayar dengan dinar emas sepenuhnya. Memadai jika
kita bayar cuma lebihan antara import-eksport antara dua buah negara.

18. Jika sebuah negara mengeksport 100 juta Dinar kepada sebuah negara lain
dan negara itu pula mengeksport kepada negara pertama barangan atau khidmat
yang bernilai 110 juta Dinar, maka bayaran yang harus dibuat oleh Bank
Negara negara yang pertama hanyalah 10 juta Dinar emas. Jika tidak ada Dinar
Emas yang mencukupi maka bayaran boleh dibuat kemudian dengan eksport
bernilai 10 juta Dinar.

19. Kita bukan sahaja boleh ada dagangan antara dua buah negara tetapi
antara beberapa buah negara. Sebenarnya bank-bank mengguna cara ini untuk
menyelesaikan bayaran cheque kepada beberapa bank yang telah terima dan
mengeluarkan bayaran berasas kepada cheque lain-lain bank.

20. Sudah tentu akan ada banyak masalah pada permulaan. Tetapi pakar-pakar
boleh cari jalan untuk selesaikan atau atasi kelemahan sistem Dinar Emas
ini.

21. Bank Negara Malaysia pernah runding dengan sebuah negara lain dan
penggunaan Dinar Emas memang boleh dilaksanakan. Tetapi entah kenapa Bank
Negara Malaysia tidak dapat menjayakan sistem ini.

Subject: PEMBENTUKAN JEBAKAN USD

PEMBENTUKAN JEBAKAN

Sebelum dunia ini mengakui USD sebagai mata uang tunggal, setiap
negara yg mencetak uang harus diback-up dengan emas. Sederhananya,
jika suatu negara mencetak uang sebanyak 1 trilliun, maka negara
tersebut harus memiliki emas senilai 1 triliun juga, dengan demikian
kalau setiap saat pemilik uang dapat menukarkannya dengan emas, uang
saat itu hanya sebagai media perantara ,nilai sebenarnya yg
ditukarkan adalah emas.
Seiring dengan perjanjian Bretton Woods yg telah disepakati, dimana
USD diangkat sebagai candangan devisa, permintaan akan USD meningkat
terus-menerus untuk mensupply swap/tukar menukar dengan mata uang
negara lain. Dalam perjalanan ini, distorsipun terjadi yang semula
USD ditujukan untuk mangatasi krisis di Eropa Tengah berubah menjadi
sebuah standar. Nilai uang yang semula dinilai berbasis cadangan emas
berubah menjadi berbasis USD dan duniapun mulai dibanjiri dengan
likuiditas USD. Disini muncul tanda tanya besar, apakah uang yg
dicetak oleh USA untuk mensupply dunia itu di back-up dengan emas
yang memadai?, kalau semua negara ramai-ramai mengembalikan cadangan
USD tersebut ke USA, apakah Amerika tetap dapat menahan nilai USD
pada nilai sekarang ?, apakah USD bisa menjadi wall paper suatu saat
ketika dunia mulai menyadari ketidak beresan sistem ini?

Uang adalah hutang

Dalam sebuah forum tukar informasi di internet, ada yg tidak mengerti
dan menolak penjelasan saya bahwa uang adalah hutang dari pemerintah
atau sebuah negara. Seperti yg saya jelaskan diatas uang kertas/koin
yg beredar hanya perantara, sebenarnya jumlah uang kertas dan coin yg
beredar harus sesuai dengan nilai cadangan emas, singkatnya uang
kertas/koin merupakan "surat" hutang legal dari sebuah negara.
Selembar uang kertas USD 100 tidak akan bernilai jika pemerintah
tidak dapat memberikan emas atau "barang" dengan nilai yg sama saat
uang lembaran tersebut dikembalikan. Dalam perjalanannya praktisnya,
uang yg dicetak tidak lagi didasarkan pada jumlah cadangan emas yg
tersedia tapi didasarkan pada asas kepercayaan. Pernahkah pemegang
uang menanyakan berapa ton emas yg dimiliki untuk memback-up uang yg
dicetak?

Jebakan Pertama

Kalau kita sudah sepakat bahwa uang adalah hutang, maka kedekatan
untuk mejawab jebakan USD sudah bisa dimulai. Kita bisa mulai
menjawab siapa yang mencetak uang terbanyak didunia? Mata uang apa
yang "rules the world "? Jawabanya singkat USD. Kalau begitu USA
merupakan negara dengan jumlah hutang tebesar?, ya jelas, USA adalah
pengutang terbesar karena satu-satunya negara yg terlegitimasi untuk
"monopoli". USA merupakan negara yang kemakmuran rakyatnya dibiayai
oleh negara diseluruh dunia. Ini yang saya sebut sebagai warisan
terbaik leluhur ekonom Amerika bagi anak-cucu mereka!

Kok bisa begitu? Bukankah negara lain juga mencetak uang untuk

ditukarkan dengan USD?
Kunci dari kesuksesan sistem ini adalah bahwa USA tidak akan pernah
perlu mengembalikan hutangnya jika tidak ada perubahan dalam sistem
keuangan internasional. Hutang yang tidak perlu dikembalikan tersebut
disimpan dalam bentuk devisa dan cadangan suatu negara. Ingat disini
kuncinya adalah cadangan, artinya idle money, merupakan stok minimum
devisa USD untuk mempertahankan nilai mata uang lokal. Cadangan/
reserve berarti uang nganggur yg tidak boleh dibelanjakan. Ilustrasi
sederhananya begini, apakah BI berani membelanjakan USD sampai 0,
coba tanyakan ke gubernur BI yang baru berapa nilai minimal cadangan
devisa yang aman bagi Indonesia untuk menjaga USD pada level
sekarang? Gubernur BI akan menjawab kita perlu mempertahankan USD ###
milyar untuk menjaga keamanan BI dan memenuhi kebutuhan
ekonomi lainnya. Lain halnya kalau gubernur Federal reserve ditanya
berapa nilai Rupiah, Yen, SGD dll yg perlu dijadikan candangan
minimum? Jawabannya zero. Artinya boleh dibelanjakan, artinya bisa
meningkatkan kemakmuran rakyat artinya dapat menutup defisit !

Jebakan Kedua

Begitu besarnya hutang yang dimiliki oleh USA kepada dunia dan begitu
banyaknya cadangan yg dimiliki oleh negara lain membuat USA secara
sistem terlindungi dan terproteksi. Proteksi ini dalam artian "if I
am going down, you are going down too" Negara dengan cadangan USD
terbesarlah yang terperangkap paling dalam pada sistem ini, dalam hal
ini tentu saja 5 negara Asia . Lima Negara di Asia secara tidak
langsung harus "membantu" menjaga nilai USD dimata dunia agar asset

mereka yg berupa cadangan tidak menyusut nilainya. Artinya mereka
harus melepaskan diri secara pelan-pelan dari USD agar depresiasi USD
tidak membuat shock dunia dan memicu kepanikan dan efek domino. Coba
saja kalau mereka jual USD secara serempak di pasar dunia, berapa
persen lagi nilai USD akan merosot?

Kalau terjadi krisis moneter internasional, maka Asialah yang akan
duluan hancur diatas kepingan sistem yang dibangun Amerika.

Disini kan "lucunya", bahwa untuk mempertahankan mata uang lokal
setiap negara harus memiliki USD !!!, disini kepiawaian USA dan
jebakan dan lingkaran setan dibangun. Perencanaan keuangan USA memang
bisa disebut jempolan, hal ini sudah mereka pikirkan sejak 50 tahun
lebih.

Jebakan ketiga

Jebakan ketiga adalah bahwa sebuah negara tidak independen dalam
menentukan nilai mata uang lokalnya sendiri. Nilai mata uang yang
berbasis free float secara tidak sadar sangat menggantungkan nilai
mata uangnya pada "kebaikan hati" dari negara paman Sam untuk
mengatur nilainya. Dalam studi ilmiah ini dinamakan "the power of
supply and demand". Artinya negara paman Sam, dalam sistem free
float, dapat membuat sebuah negara menjadi kaya atau miskin sesuai
dengan kemauan untuk men-supply atau men-demand mata uang USD, tentu
saja ini sesuai dengan target dan objektif yang hendak dicapai.

Sebuah rezim pemerintahan yg menganut sistem keuangan free float dan
ingin tetap "survive" harus sungkem kepada USA agar negara tersebut
berbaik hati untuk tidak merecoki nilai tukar uang lokal terhadap
USD. Dalam sistem free float jelas negara "lemah" tidak akan pernah
dapat mengendalikan nilai mata uang lokal terhadap USD karena
terbatasnya sumber daya, termasuk Indonesia . Adalah mimpi yang
terlalu manis jika Indonesia berharap untuk hidup sebagai negara
mandiri tanpa mempertimbangkan dan memperbaiki sistem pertahanan
keuangan yang ada, sebab hal ini merupakan hal yang sangat
fundamental dalam sistem ketahanan finansial nasional.

Apalagi kalau Indonesia ditekan untuk memberikan data-data dan
informasi secara transparan dengan berbagai macam dalih, jelas itu
punya maksud dan tujuan tertentu, yang pada akhirnya menjadikan
Indonesia sebagai sasaran empuk gempuran-gempuran financial barat
( USA ). Mudah-mudahan data keuangan negara Indonesia tidak dibuka
semuanya kepada kalangan internasional terutama IMF (USA) demi
menjaga ketahanan sistem keuangan itu sendiri.

BAGAIMANA DOMINASI USD AKAN HANCUR

Bicara tentang kehancuran ini mungkin banyak pihak yang sinis bahkan
mungkin tidak akan tertarik untuk mencermatinya karena "no one like
bad news atau bad prediction". Berikut ini beberapa kalimat dari
pemimpin dunia yang saya ingat dan saya tuliskan secara bebas.

Bill Clinton (sebelum penyerangan Irak) : Sebaiknya USA jangan
memperbanyak musuh karena mungkin 50 tahun kedepan USA tidak akan
memimpin ekonomi dunia lagi.

Mahatir Muhammad (dalam konferensi di China 2003) : "USD bukanlah
mata uang yang fundamentalnya kuat, USD adalah mata uang yang
vulnerable (nggak stabil)"

Tentu saja kalimat-kalimat yang diucapkan bukan asal-asalan, ada
sesuatu yang ingin dikatakan dalam kalimat tersebut walaupun tidak
terlihat, tapi bahwa kalimat tersebut didasarkan pada berbagai asumsi
dan analisa itu sudah pasti.

Datangnya penantang baru, EURO.

Perjanjian Bretton Woods yg semula ditujukan untuk membangun Eropa
Tengah kini sudah tidak valid lagi karena Eropa sudah berkembang jauh
daripada yang terjadi dalam masa perjanjian Bretton Woods.
Kebangkitan Eropa yang real adalah dengan keberhasilan Eropa untuk
bersatu dalam satu wadah ekonomi yang berbasis mata uang tunggal,
Euro. Konsekuensi logis dari penggunaan mata uang tunggal ini adalah
bahwa mereka tidak membutuhkan USD lagi sebagai alat transaksi
ataupun reserve. Sehingga USD yang dulu mereka reserve hanya
dibutuhkan dalam jumlah sangat terbatas. Konsekuensi disini sangat
jelas bahwa USD yang semua menjadi cadangan di Eropa akan mengalir
kembali ke USD. Disini jelas bahwa jebakan pertama mulai runtuh bagi
negara Eropa. Negara Eropa tidak lagi memberikan hutang kepada USD.

Akibat turunannya sangat jelas, permintaan Euro menguat, nilainya
naik. Sebaliknya dengan supply USD yg dilepas dari cadangan Eropa
mengakibatkan USD turun. Dalam jangka panjang negara Eropa akan
memainkan peranan penting dalam menantang dominasi USD di dunia.
Masing-masing pihak, Eropa dan USA akan sangat sadar bahwa perlemahan
USD yang drastis terhadap Euro dapat mengakibatkan efek domino yang
bukan saja bisa merontokan ekonomi USA tapi juga dunia khususnya yg
memiliki asset USD dalam jumlah besar. Oleh karena adanya kesamaan
persepsi atas "gentingnya" situasi jika sampai terjadi efek domino,
maka melemah mata uang USD akan "dimanage" bersama. Dalam hal ini
perlemahan USD terhadap Euro tidak boleh drastis, tapi harus secara
perlahan bahkan secara tidak kelihatan. USA sadar bahwa kalau mereka
tidak bekerjasama dengan Eropa, maka bisa "kerepotan". Yang dulu

merupakan jebakan bagi negara lain kini menjadi bumerang bagi USA
sendiri. USA harus menerima bahwa ia tidak bisa lagi memonopoli
hutang dunia, kini Euro akan bersaing sebagai penghutang dunia juga
dengan menjadikan mata uang mereka sebagai 2nd world's currency
disamping USD.

Untuk menjaga agar efek dominonya terkendali, USA harus dan pasti
akan berkerjasama dengan Eropa, nggak ada pilihan lain. Dalam hal
mereka tidak bekerjasama, maka sangat mungkin kejatuhan USD justru
menjadi sangat cepat dan drastis, akibatnya bisa sangat
menghancurkan. Kalau sampai negara Asia lainya rush dengan melepas
USD dan mengkonversikannya kedalam Euro, jelas USD akan "remuk"
nilainya. Sebaliknya Euro akan semakin kuat, kalau sampai hal ini
terjadi dunia akan masuk dalam masa "resesi" lagi. Disisi lain juga
jika USD sampai hancur, maka ini merupakan suatu preseden untuk tidak
mempercayai Euro juga, jadi kalau tidak ada kerjasama antara USA &
Eropa, maka hasilnya akan lose-lose (sama-sama rugi). Kerjasama ini
jelas arahnya, yaitu USD harus melemah terhadap Euro dalam jangka panjang.

Self Destruction

Sumber : Asia , its reserves and the coming dollar crisis. Richard
Duncan

Dari grafik diatas kelihatan jelas bahwa terjadi pola reserve berubah
dari emas menjadi USD. Tren ini mulai terjadi antara tahun 1969 -
1970. Artinya mata uang USD mulai menggantikan emas sebagai cadangan

suatu negara (seperti yg saya tulis pada artikel sebelumnya).
Pertanyaannya, apakah nilai USD nilainya sama dengan emas? Uang
tinggal dicetak, apakah nilai uang yang dicetak oleh negara produsen
film Matrix ini sama dengan emas yg mereka simpan?

Self destruction ini terjadi jika USA terlalu serakah dengan
mengeksploitasi sistem keuangan yang sangat menguntungkan mereka
tanpa terkendali sehingga volatilitas dari nilai dan kepercayaan
internasional luntur, saat itulah, secara perlahan USD akan collapse.
Karena belitan dan cengkeraman USD yang mendunia, efek strategisnya
kalau USD collapse maka sistem financial seluruh dunia akan collapse,
bank-bank multinasional akan jatuh miskin secara tiba-tiba, rakyat
Amerika tidak akan dapat berfoya-foya lagi dalam berbelanja,
Greenback jadi "wall paper" Siapa di dunia yang menghendaki USD
collapse kalau bisa menikmati keuntungan dari sistem yang ada? Nggak
ada!. Analoginya : Siapa yang berkehendak bisnis money game runtuh
jika bisa take profit? Siapa yang mau mengabarkan ketidak -beresan
jika mereka sendiri akan rugi? Daripada mengcollapse-kan USD, para
pemimpin Eropa mungkin melihat bahwa kenapa ngak masuk dalam bisnis
"money game" model USD dengan memunculkan Euro?

Bagi negara lain yang tidak senang dengan "tingkah laku" USA , proses
switching dari USD ke Euro akan dilakukan. Mungkin tujuan dari
switching tersebut tidak bermaksud membuat collapse USD tapi efeknya
yang akan menakutkan.

Ancaman dari Euro sudah masuk sampai depan pintu sistem keuangan

dunia, langkah strategis apa yang mesti diantisipasi oleh USA agar
"pangsa pasar" USD tidak direbut dengan mudah oleh Euro?, bagaimana
Euro ditekan agar tidak berkembang ke belahan dunia lain?. Bagaimana
caranya membuat "sangkar" agar Euro tetap hanya di daratan Eropa saja?

Hantam saja negara-negara penghasil sumber daya strategis yang
mendukung Euro (dengan berbagai alasan dan cara). Baik dengan jalan
diplomatis maupun dengan cara militer, langkah militer pertama adalah
yang terjadi di Irak, negara penghasil minyak terbesar nomor 2 di dunia
tak kuasa menahan kekuatan militer USA . Dua keuntungan yang jelas didapat
dari kejadian ini adalah penguasaan ladang minyak dan berhentinya dukungan
Irak terhadap Euro.

Perang yang dilancarkan USA ke Irak disertai dengan kontroversi besar di
PBB. Hal yang paling jelas kelihatan adalah sepertinya ada persaingan yang
sangat kentara antara Eropa (Perancis, Rusia dkk)vs USA dkk. Saya kira
masalah perseteruan bukan pada senjata pemusnah massal, tapi pada dukungan
sistem financial yang hendak dilakukan oleh Irak kepada mata uang Euro
yang efeknya bisa sangat mengerikan
kalau tidak dihentikan. Dunia kini sudah tidak bisa dimonopoli lagi oleh
USA , polarisasi mulai kelihatan kentara

yani fachrudin
PSO Cilandak
HP. : 0813 1712 1115
email : yani.fachrudin@eso.astra.co.id
Office : Jl. RA Kartini Kav. 203
Cilandak Jakarta ? 12430

The information transmitted is intended only for the person or the entity
to which it is addressed and may contain confidential and/or privileged
material. If you have received it by mistake please notify the sender by
return e-mail and delete this message including any of its attachments from
your system. Any use, review, reliance or dissemination of this message in
whole or in part is strictly prohibited. Please note that e-mails are
susceptible to change. The views expressed herein do not necessarily
represent those of PT Astra International Tbk and should not be construed as
the views, offers or acceptances of PT Astra International Tbk.

--
y | o | u | d | h | a (R)

PeYeTe@here

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
===================================================
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Search Ads

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Yahoo! Groups

w/ John McEnroe

Join the All-Bran

Day 10 Club.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: