Kamis, 05 Juni 2008

[daarut-tauhiid] Saya yang akan Menanggung Beban

Di Cilandak Jakarta Selatan ada seorang tetangga asal
Sumatera Barat yang memiliki usaha cukup berkah. Dia
adalah tetangga saya. Orangnya santun, ramah dan
bersahaja. Namanya Haji Bisri, sebutlah demikian.
Setiap Shubuh, Maghrib & Isya saya selalu melihatnya
berada di masjid. Tak pernah ia luput menghadiri
shalat berjamaah di Masjid Al Barkah di lingkungan
kami. Saya kagum atas kepribadiannya. Dia begitu
mengutamakan Allah, padahal kami semua warga di
kampung tahu kesibukannya sebagai seorang pengusaha
yang memiliki beberapa toko di Jakarta.
Haji Bisri memulai usahanya di sebuah pasar di daerah
Jakarta Selatan pada tahun 2004. Saat ini belum genap
4 tahun dari usahanya, kini ia memiliki 9 toko yang
tersebar di beberapa pasar dan pusat perbelanjaan.
Rezeki semakin bertambah dan usaha terus lancar. Saya
pun bertanya dalam hati, "Apa rahasia sukses Haji
Bisri sehingga ia bisa mengembangkan usahanya begitu
cepat?"

Hari itu kami sedang beri'tikaf antara waktu Maghrib
dan Isya. Sambil berbicara di beranda masjid, seorang
tetangga bertanya kepada Haji Bisri mengenai kemajuan
usahanya. Haji Bisri terdiam. Matanya menerawang.
Mungkin ia mencoba mengenang apa yang telah membuat
usaha dan hidupnya penuh keberkahan.
Dalam beliau menghela nafas. "Saya mengikuti jalan
Allah saja", beliau memulai pembicaraan. "Jangan tanya
saya, bagaimana saya bisa mengembangkan usaha…
semuanya Allah yang atur!"
Beliau lalu membentangkan apa yang beliau alami dalam
berusaha. Banyak pelajaran yang kami ambil dari
perbincangan bersamanya yang hanya dalam beberapa
menit.
Beberapa kalimat hikmah meluncur berkali-kali dari
mulutnya dengan begitu deras namun menghujam. Beberapa
di antaranya saya masih hapal, "Benar rezeki itu sudah
diatur Allah, tapi rezeki bisa ditambahkan bila kita
gemar bersedekah…."
"Perluaslah rezeki itu dengan memudahkan jalan orang."
Untuk kalimat yang terakhir ini saya masih
mengingatnya, dan ini sejurus dengan hadits Nabi Saw
yang sering saya ajarkan kepada santri-santri di
pesantren tempat saya mengajar:
وَمَنْ
يَسَّرَ
عَلَى
مُعْسِرٍ
يَسَّرَ
الله
عَلَيْهِ
فِي
الدُّنْيَا
وَاْلآخِرَةِ
"Siapa saja yang memudahkan urusan orang yang
mengalami kesulitan, maka Allah akan memudahkan
urusannya baik di dunia maupun di akhirat." HR.
Bukhari & Muslim
***
Haji Bisri mengulas kisahnya, bahwa tahun 2004 beliau
baru merintis toko di sebuah pasar Jakarta Selatan.
Barang yang ia dagangkan adalah tas, dompet dan
sejenisnya. Toko baru buka dan hanya sedikit pelanggan
yang suka datang. Namun meski sepahit apapun kondisi
jualan beliau selalu bersyukur atas segala nikmat yang
Allah berikan dan beliau selalu bertawakkal kepadaNya.
"Alhamdulillah, Allah cukupi segala kebutuhan kami
sekeluarga rupanya…!" jelas Haji Bisri. Namun pada
tahun yang sama seorang sepupu jatuh sakit hingga
harus cuci darah seminggu 3 kali. Padahal untuk sekali
cuci darah saja tidak kurang dari 1 juta rupiah
biayanya.
Kami sekeluarga besar berkumpul di rumah seorang
kerabat. Malam itu kami sengaja diundang untuk
membicarakan beban yang ditanggung oleh sepupu saya
tadi. Dia hanyalah seorang pegawai swasta rendahan.
Gaji tak seberapa. Hari-hari harus menanggung biaya
seorang istri dan 3 orang anak. Apalagi perusahaan
tempat dia bekerja tidak memberi jaminan kesehatan.
3 kali seminggu harus cuci darah, maka dalam sebulan
minimal harus 12 kali cuci. Setidaknya maka harus ada
dana yang tersedia minimal Rp 12 juta untuk biaya cuci
darah dalam sebulan.
"Semua yang hadir malam itu hanya bisa terdiam.
Kebetulan kami semua adalah perantauan yang belum
sukses" ujar Haji Bisri. "Saya yakin semua dari kami
berkeinginan untuk membantu. Namun seperti yang saya
lakukan, mungkin semua kerabat berhitung tentang
pendapatan dan kebutuhan hidup mereka, namun tidak ada
kelebihan harta yang dapat disumbangkan.
Beberapa lama kami semua terdiam. Terlihat ada
beberapa orang kerabat yang bermusyawarah dengan
pasangannya tentang jumlah yang akan mereka
sumbangkan. Namun tidak seorang pun yang berkata bahwa
ia akan menyumbang." Ungkap Haji Bisri
"Entah ada dorongan apa, saya tiba-tiba berkata dalam
pertemuan itu… Saya yang akan menanggung beban itu!"
"Bukan mau jadi sok pahlawan, tapi kalimat itu
terungkap begitu saja dari mulut saya" ujar Haji
Bisri.

Maka hari-hari pun dilalui dengan penuh kesulitan,
baik bagi Haji Bisri maupun bagi keluarga adik
sepupunya.
Namun diluar dugaan, rupanya niat untuk membantu
saudara itu betul-betul dipermudah Allah Swt.
Setiap kali harus mengantar adik sepupu untuk cuci
darah di rumah sakit, pasti ada saja order pembelian
barang yang ia terima dalam jumlah besar.

Beberapa langganan memesan dalam partai besar, hingga
Allah Swt pun mempermudah jalan Haji Bisri untuk
mencari pabrik barang-barang yang ia dagangkan
sehingga ia dapat mengambil barang dengan harga
semurah mungkin.

"Sungguh Allah benar-benar memudahkan jalan usaha
saya" ujar Haji Bisri dengan mata berkaca-kaca.
"Hingga saat ini pun saya terus bersyukur kepada Allah
Swt bahwa ia kini telah mengamanahi saya 9 toko yang
dikelola oleh saya dan keluarga."

***

Adzan Isya berkumandang. Kami pun mengakhiri
pembicaraan. Malam ini saya merasa mendapatkan
pelajaran yang teramat berharga dari Haji Bisri
mengenai cara hidup berbagi dan berlapang dada untuk
membantu orang lain.
Sungguh Allah tak akan pernah menyia-nyiakan amal yang
dikerjakan hamba-Nya!

Jazakumullah untuk guruku Ustadz Radiyallah atas
cerita yang mencerahkan.

Bobby Herwibowo
www.kaunee.com

__._,_.___
===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
===================================================
MARKETPLACE

Blockbuster is giving away a FREE trial of - Blockbuster Total Access.
Recent Activity
Visit Your Group
Moderator Central

Get answers to

your questions about

running Y! Groups.

Curves on Yahoo!

A group for women

to share & discuss

food & weight loss.

Food Lovers

Real Food Group

on Yahoo! Groups

find out more.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: