Melanie Georgiades, Islamnya Penyanyi Rap Prancis
"Saya belum menemukan solusi untuk penyelesaian masalah yang selama
ini dihadapi, baik dari psikiater maupun dokter jiwa. Namun, hanya
saya dapatkan di agama Islam.''
Majalah Paris Match edisi 8 Oktober 2009 lalu, dalam salah satu
artikelnya menurunkan tulisan mengenai keputusan penyanyi Rap asal
Prancis, Diam's alias Melanie Georgiades untuk mengenakan jilbab.
Semenjak mengenakan jilbab, Diam's tidak pernah meninggalkan rumah
tanpa menutupi rambutnya.
Tak hanya itu, rapper Prancis ini juga menolak bersalaman dan
berciuman dengan selain muhrimnya. Paris Match juga melaporkan perihal
aktivitas Diam's yang tengah mengikuti shalat Jumat di Masjid
Gennevilliers yang selama ini terkenal menyebarkan Islam secara
toleran, sehingga dapat diterima oleh masyarakat setempat.
Sebelumnya majalah berita mingguan di Prancis ini pernah memuat foto
Diam's yang mengenakan jilbab dan keluar dari sebuah masjid di wilayah
ibu kota Paris. Foto tersebut diambil secara sembunyi-sembunyi oleh
fotografer majalah tersebut pada 8 September 2009 lalu, ketika Diam's
baru keluar dari Masjid Gunfille di bilangan Timur Laut Paris, dengan
ditemani suaminya. Dalam foto itu, Diam's berpenampilan sangat kontras
dari penampilan-penampil
Kali ini, Diam's sungguh terlihat sebagai seorang Muslimah tulen
dengan mengenakan baju kurung (abaya) dan jilbab panjang berwarna
hitam.
Majalah dengan tiras yang sangat luas di Prancis ini pernah meminta
konfirmasi sekitar alasan Diam's memeluk Islam, namun dia menolak
untuk memberikan komentar sekitar kepindahan agamanya itu. Majalah itu
mengatakan bahwa perubahan secara drastis dalam hidup Diam's terjadi
setelah dua bulan pesohor Prancis itu menikah dengan pemuda Muslim
bernama Aziz. Ditambahkan, kepindahan agama Diam's karena yang
bersangkutan akhir-akhir ini tengah mengalami depresi besar seiring
dengan ketenaran dan kesuksesan yang diraihnya.
Kondisi tersebut, sebagaimana dikutip dari Paris Match, membuat Diam's
mengisolasi diri dan melakukan pencarian alternatif yang tepat untuk
hidupnya.
''Saya belum menemukan solusi untuk penyelesaian masalah yang selama
ini dihadapi, baik dari psikiater maupun dokter jiwa. Namun, hanya
saya dapatkan di agama Islam.''
Menurut kesaksian sebagian temannya, masuk Islamnya Diam's karena dia
banyak berteman dengan para artis keturunan imigran. Terutama teman
dekat perempuannya, artis Prancis berdarah Maroko, Amel Bent, dan
artis gaek, Jamal Dabouz, yang banyak mendukung karier keartisannya
selama ini.
Paris Match juga menceritakan kondisi Diam's saat masih kecil,
khususnya setelah kedua orang tuanya yang beragama Katolik bercerai,
dan setelah upaya bunuh diri Diam's pada usia 15 tahun. Sebagaimana
pengakuan Diam's, ''Kemasyhuran dan kekayaan tidak membuat saya
tenteram sesuai yang diinginkan, dan saya hanya mendapatkan solusinya
dari Allah SWT.''
Karier musiknya
Dilahirkan di Siprus, Yunani, pada 25 Juli 1980, dari bapak dan ibu
berkebangsaan Prancis. Setelah orang tuanya bercerai, Diam's yang
masih balita diasuh dan tinggal bersama ibunya di salah satu distrik
di Paris, yakni Essonne. Karier Diam's di dunia musik, khususnya jenis
musik rap dan hip hop, dimulai bersama grup musik amatiran di sebuah
distrik di Paris sejak 1994. Dan, dalam beberapa tahun berkat suaranya
yang khas dan memiliki kekuatan karakter, lagu rap Diam's banyak
diminati para penikmat musik rap di dalam dan luar Prancis.
Pada 2005, Diam's memulai debutnya sebagai penulis lagu dengan
karyanya yang berjudul ''Ma Philosophie'
dipopulerkan oleh bintang pop idola Prancis, Amel Bent. Pada tahun
yang sama, ia juga diketahui pernah berkolaborasi dengan penyanyi
berdarah Indonesia, Anggun C Sasmi, untuk lagunya ''Juste etre Une
Femme (Just to be a Woman)'', yang sering dimunculkan dalam versi
Prancis.
Berbagai macam penghargaan pernah diraih Diam's, baik di dalam negeri
maupun di luar negeri. Album Brut de Femme yang dirilis pada 2003
merupakan salah satu debutnya di indusrtri musik Prancis yang berhasil
mendapatkan penghargaan emas atas prestasi penjualan album. Pada 2006,
ia memenangkan penghargaan untuk Best French Act dalam ajang MTV
Europe Music Awards.
Album Dans Ma Bulle (Inside my Bubble) yang dirilis pada Februari 2006
mendapat penghargaan sebagai album terbaik dalam NRJ Music Awards
2006, yakni sebuah ajang penghargaan tertinggi bagi para insan musik
Prancis. Dalam ajang yang sama, Diam's juga dinobatkan sebagai
penyanyi terbaik, sementara lagu ''La Boulette (The Moron)'' yang
merupakan single pertama dari album Dans Ma Bulle ditetapkan sebagai
lagu terbaik.
Di Prancis, Diam's juga terkenal karena aktivitas politiknya.
Lirik-lirik lagu yang dibawakan Diam's kerap menyinggung mengenai
isu-isu politik yang tengah hangat di negara mode tersebut. Isi bait
lagunya, antara lain, berupa dukungan terhadap para warga imigran, dan
perlawanan terhadap perlakuan diskriminasi dari kelompok garis kanan
Prancis di bawah pimpinan Jean-Marie Le Pen. Bahkan, putri Le Pen,
Marine, pernah mengajak berdialog langsung artis rap ini sekitar
permasalahan imigran. Tetapi Diam's tidak mengindahkan ajakan
tersebut.
Tidak hanya Le Pen, Presiden Prancis saat ini, Nicolas Sarkozy,
diketahui juga menjadi salah satu petinggi di negara tersebut yang
mendapat kritikan dalam bait-bait lagu yang dinyanyikan Diam's.
Lagu-lagu Diam's ini memang kerap diputar dalam propaganda amnesti
internasional.
Tetap bermusik
Sekalipun telah menjadi Muslimah dan mengenakan jilbab dalam arti yang
sebenarnya, bukan berarti karier musik Diam's akan surut dan
tenggelam. Diam's dikabarkan akan tetap bermusik, namun dia akan
membawakan genre musik yang berbeda, tentunya. Sekarang pun, Diam's
tengah menyiapkan album barunya yang bertema Anak-Anak Sahara, yang
mengisahkan bencana kelaparan dan penderitaan yang dialami oleh
anak-anak di alam Sahara, Benua Afrika.
Dalam sebuah klip terbarunya, Diam's tetap membawakan lagu-lagu rap,
namun dengan gaya dandanan yang tampak berbeda dari sebelumnya. Dalam
setiap penampilan barunya kini ia selalu mengenakan tutup kepala,
berbusana menutupi seluruh bagian auratnya, serta memakai syal
(serban) khas Palestina yang sudah dimodis.
Keislaman artis Diam terjadi setelah beberapa tahun ini media massa
dan du nia politik terutama di Barat banyak menyoroti tentang Islam,
terutama pascaperistiwa 11 September 2001 silam. Sorotan yang sama
oleh media massa Prancis menimpa pe main sepak bola Franck Ribery yang
memilih Islam sebagai aga ma barunya, dan menikah de ngan perempuan
keturunan Maroko.
Data statistik Prancis menyatakan, rata-rata orang yang memeluk Islam
di Prancis per tahunnya berkisar 3.500 orang. Adapun jumlah
keseluruhan yang masuk Islam di Prancis berdasarkan statistik resmi
dan tepercaya berkisar 50 ribu orang. Namun, Ormas Islam di Prancis
menyatakan bahwa jumlah muallaf berlipat ganda dari data statistik
resmi yang diterbitkan oleh pemerintah. dia/berbagai sumber
Biodata :
Nama : Melanie Georgiades
Nama Pop : Diam's
Lahir : Paris
Tanggal : 25 Juli 1980
Pekerjaan : Penyanyi Rap
Masuk Islam : 2009
Penghargaan :
- Best French Act dalam ajang MTV Europe Music Awards (2006);
- Album Terbaik untuk Inside My Bubble dalam ajang NRJ Music Award (2006);
- Penyanyi Terbaik NRJ Music Award;
- Lagu Terbaik (The Moron).
http://www.republik
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar