Monday, 09 November 2009
Ummat Yang Bercahaya Di Hari Kiamat
Senin, 02 November 2009
ÞÇá ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã : Åöäøó ÃõãøóÊöíú íõÏúÚóæúäó íóæúãó
ÇúáÞöíóÇãóÉö ÛõÑøðÇ ãõÍóÌøóáöíúäó ãöäú ÂËóÇÑö ÇúáæõÖõæúÁö Ýóãóäö ÇÓúÊóØóÇÚó
ãöäúßõãú Ãóäú íõØöíúáó ÛõÑøóÊóåõ ÝóáúíóÝúÚóáú
(ÕÍíÍ ÇáÈÎÇÑí)
Sabda Rasulullah saw :
" Sungguh ummatku digelari di hari kiamat sebagai cahaya yang terang
benderang, dari bekas wudhunya, maka barangsiapa yang mampu diantara kalian
untuk memperluas bagian (yang disentuh air) pada anggota wudhunya , maka
lakukanlah" (Shahih Bukhari)
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
ÝóÍóãúÏðÇ áöÑóÈøò ÎóÕøóäóÇ ÈöãõÍóãøóÏò æóÃóäúÞóÐóäóÇ ãöäú ÙõáúãóÉö ÇúáÌóåúáö
æóÇáÏøóíóÇÌöÑö æóÇúáÍóãúÏõáöáåö ÇáøóÐöíú åóÏóÇäóÇ ÈöÚóÈúÏöåö ÇúáãõÎúÊóÇÑö
ãóäú ÏóÚóÇäóÇ Åöáóíúåö ÈöÇúáÅöÐúäö æóÞóÏú äóÇÏóÇäóÇ áóÈøóíúßó íóÇ ãóäú
ÏóáøóäóÇ æóÍóÏóÇäóÇ Õóáøóì Çááåõ æóÓóáøóãó æóÈóÇÑóßó Úóáóíúåö æóÚóáóì Âáöåö
ÇáúÍóãúÏõáöáåö ÇáøóÐöí ÌóãóÚóäóÇ Ýöíú åóÐóÇ ÇúáãóÌúãóÚö ÇúáßóÑöíúãö
æóÇúáÍóãúÏõáöáåö ÇáøóÐöíú ÌóãóÚóäóÇ Ýöíú åóÐöåö ÇúáãõäóÇÓóÈóÉö
ÇúáãõÈóÇÑóßóÉö...
Limpahan puji ke hadirat Allah Yang selalu menyeru hambaNya pada keluhuran,
walaupun mereka selalu berada dalam kehinaan, namun Sang Maha tidak berputus
asa terus mengundang para pendosa menuju pengampunan dan kasih sayangNya,
Dialah Allah Maha bercahaya dan Maha menerangi jiwa hamba-hambaNya dengan
cahaya keindahanNya, yang jika cahaya keindahan itu berpijar pada jiwa
hambaNya maka teranglah sanubarinya, tenang dan damailah hari-harinya,
tenanglah wilayahnya tenanglah wilayah-wilayah sekitarnya, dan
tercerahkanlah jiwanya dengan Allah . Ia selalu asyik melakukan sujud, ia
selalu menikmati lezatnya menyebut nama Allah, ia selalu merasa lezat ketika
mengingat Allah, ketika ia sampai pada puncak kesulitan dan musibah lalu ia
teringat perjumpaannya dengan Allah ia lupa dan gembira dengan detik
kerinduan berjumpa dengan Allah . Jika seorang kekasih mencintai kekasihnya,
kemudian ia mendapat musibah apapun lantas teringat kepada kekasihnya maka
lupalah ia segala musibahnya. Sebaliknya dia yang sedang dalam kenikmatan
dunia,dalam keluasan harta seluas apapun ia akan lupa dengan harta dan
kekayaannya itu jika ia diputuskan hubungannya oleh kekasihnya. Yang paling
dirisaukan oleh hamba yang mengerti hubungan antara makhluk dan Khalik
(pencipta) adalah diputusnya hubungannya oleh Allah, jika cintanya diputus
oleh Allah. Datang kepada saya keluhan tentang kesedihan karena diputus oleh
kekasih " saya diputus oleh kekasih saya", beruntung kau tidak diputus oleh
Allah kasihNya swt, (tapi) tetap tersambung. Seribu makhluk di langit dan
bumi memutuskan hubungan asal Engkau (Wahai) Rabbi bersamaku dan
mencintaiku, biarkan seluruh makhkuk memutuskan hubungan denganku...
Namun, orang yang mencintai dan merindukan Allah maka Allah akan berikan
cahaya cinta hingga orang tidak mau memutus hubungan dengannya, maka kita
perdalam cinta kita kepada Allah daripada kepada makhlukNya swt. Yang paling
ditakutkan dan dirisaukan adalah diputusnya hubungan oleh Allah, oleh cinta
Allah. Oleh karena itu, manusia yang paling mulia yang paling mencintai
Allah, Sayyidina Muhammad saw, ketika beliau dilempari di Thaif maka beliau
bersabda :
Åöäú áóãú íóßõäú áóßó ÛóÖóÈñ Úóáóíøó ÝóáÇó ÃõÈóÇáöí
" Asalkan Engkau tidak murka padaku, maka aku tidak peduli"
Kemana aku ( Nabi Muhammad ) akan pergi wahai Tuhanku, aku pergi kepada
musuhku aku dicabik-cabik , dipukuli dan lain sebagainya, pergi kepada
teman-temanku mereka di bantai oleh musuhku, kemana aku harus pergi wahai
Rabb,, tapi asalkan Engkau tidak murka kepadaku aku tidak peduli wahai
Rabbi.
Demikian hadirin hadirat, cinta Sayyidina Muhammad SAW kepada Allah SWT. Mau
dilempar oleh musuh-musuhnya , disiksa dan dicabik-cabik, atau musuh datang
pada temannya kemudian juga menyiksa dan membantainya, semua ini terjadi
Rasul saw tidak peduli asalkan Allah tidak murka padanya. Inilah makna
hakikat cinta tersuci dari manusia tersuci kepada Yang Maha Suci, Allah SAW.
Bagaimana dengan kita, apakah ada keputusan dari Allah untuk memutus
hubunganNya dengan kita? Allah SWT berfirman :
Þõáú íóÇÚöÈóÇÏöíó ÇáøóÐöíäó ÃóÓúÑóÝõæÇ Úóáóì ÃóäúÝõÓöåöãú áÇ ÊóÞúäóØõæÇ ãöäú
ÑóÍúãóÉö Çááøóåö Åöäøó Çááøóåó íóÛúÝöÑõ ÇáÐøõäõæÈó ÌóãöíÚðÇ Åöäøóåõ åõæó
ÇáúÛóÝõæÑõ ÇáÑøóÍöíãõ( ÇáÒãÑ : 53
" Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka
sendiri (banyak sekali berdosa), janganlah kamu berputus asa dari rahmat
Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya
Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ". ( QS. Az Zumar : 53)
Hadirin hadirat kita sudah risau, bisa saja Allah memutus hubunganNya dengan
kita sehingga kita tidak mencium wanginya surga selama-lamanya, namun Rabbul
'Alamin berfirman " Jangan berputus asa dari rahmat ( cinta dan kasih sayang
) Allah".
Åöäøó Çááåó íóÛúÝöÑõ ÇáÐøõäõæúÈó ÌóãöíúÚðÇ ( ÇáÒãÑ :53
" Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa ". ( QS. Az Zumar : 53 )
Hadirin hadirat inilah indahnya Rabbul 'Alamin SWT, seraya berfirman :
æóÇáÓøóãóÇÁö ÐóÇÊö ÇáúÈõÑõæÌö ¤ æóÇáúíóæúãö ÇáúãóæúÚõæÏö ¤ æóÔóÇåöÏò
æóãóÔúåõæÏò ¤ ÞõÊöáó ÃóÕúÍóÇÈõ ÇáÃõÎúÏõæÏö ¤ ÇáäøóÇÑö ÐóÇÊö ÇáúæóÞõæÏö (
ÇáÈÑæÌ :1-5
" Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, dan hari yang dijanjikan, dan
yang menyaksikan dan yang disaksikan, Binasa dan terlaknatlah orang-orang
yang membuat parit, ". ( QS. Al Buruuj: 1-5 )
æóÇáÓøóãóÇÁö ÐóÇÊö ÇáúÈõÑõæÌö ( ÇáÈÑæÌ :1
" Demi langit yang mempunyai gugusan bintang ". ( QS. Al Buruuj: 1 )
Al Buruuj adalah bintang yang berpijar dengan cahaya dan berpijar dari
cahaya bintang lainnya dan juga termasuk meteor yaitu bintang yang melintas
dengan cepatnya, kesemua itu di sebut Al Buruuj. Demi langit yang menyimpan
berjuta triliun bintang dan planet ,demikian firman Allah.
æóÇáúíóæúãö ÇáúãóæúÚõæÏö ( ÇáÈÑæÌ : 2
" Dan demi hari yang dijanjikan ". ( QS. Al Buruuj : 2 )
Hari yang dijanjikan oleh Allah yaitu hari kiamat, hari dimana tidak ada
sesuatu dari aib dan kebaikan yang bisa disembunyikan di hadapan Rabbul
'Alamin Allah SWT.
æóÔóÇåöÏò æóãóÔúåõæÏò ( ÇáÈÑæÌ : 3
" Dan demi yang menyaksikan dan yang disaksikan ". ( QS. Al Buruuj : 4 )
Para mufassir imam imam ahli tafsir) banyak yang menafsirkan makna kata "
Syaahid dan Masyhuud " , sebagian mengatakan hari 'Arafah dan hari Jum'at ,
dan sebagian lagi menafsirkan bahwa makna Syaahid ( yang menyaksikan )
adalah Allah SWT, dan Masyhuud ( yang disaksikan ) adalah
makhluk-makhlukNya.
ÞõÊöáó ÃóÕúÍóÇÈõ ÇáÃõÎúÏõæÏö ( ÇáÈÑæÌ : 4
" Binasalah orang-orang yang membuat parit ". ( QS. Al Buruuj : 5 )
Disini akan saya jelaskan riwayat Shahih Muslim, tentang seorang anak kecil
yang sangat shalih. Berkata seorang tukang sihir yang tua renta kepada raja
; " Aku sudah tua renta dan tidak lama lagi aku akan mati, maka tolong
carilah anak muda atau anak kecil untuk kuajarkan sihirku dan kuwariskan
ilmuku supaya bisa berbakti padamu", maka Raja mencari anak kecil yang baik
dan cerdas kemudian dibawa dan belajar pada tukang sihir itu, anak ini sudah
belajar juga pada seorang Rahib (ulama' dimasa itu), tapi karena ini adalah
perintah raja maka ia pun datang. Karena dia masih kecil, tiap kali datang
menjumpai tukang sihir itu ia menampar tukang sihir yang sudah tua itu lalu
pergi. Maka orang-orang mengatakan anak ini kurang ajar, tukang sihir
berkata :" sudah biarkan saja, namanya juga anak kecil ", hari kedua berbuat
begitu lagi, dan hari ketiga tukang sihir berkata : " Wahai raja, carikan
anak yang lain saja karena aku mempunyai firasat anak itu akan membawa
kejahatan bagi kerajaan ". Anak kecil ini terus belajar kepada Rahib,
sehingga ia menjadi anak shalih yang dimuliakan Allah dan doanya mustajab.
Semua orang yang datang kepadanya meminta doa, dikabul oleh Allah SWT. Ada
diantara mereka yang buta, sembuh dari butanya, ada yang tidak bisa bicara
akhirnya bisa bicara, ada yang lumpuh sembuh dari lumpuhnya, semua hajat
dikabulkan setelah meminta doa pada anak kecil ini. Maka seseorang yang
biasa duduk bersama raja dia seorang yang buta, ia penasaran kemudian pulang
dan meminta doa pada anak kecil itu,iapun didoakan oleh anak kecil itu maka
si buta ini pun sembuh. Kemudian orang ini balik kepada sang raja, raja
berkata : " kamu kan yang biasa duduk bersamaku?, kamu kan buta?", orang itu
menjawab : " ia, dulu aku buta, tapi sekarang sembuh", sang raja bertanya
lagi:" siapa yang menyembuhkanmu?", ia berkata : " ALLAH ". Maksudmu ada
Tuhan selain aku ?, kata raja. "Tentu, Tuhanku ALLAH bukan engkau wahai
raja", maka raja pun marah ditangkaplah orang ini teman yang selalu duduk
menemaninya, disiksa dan ditanya dari mana kau dapat ajaran ini, yang
mengatakan bahwa Tuhan adalah Allah?, maka ia pun akhirnya berkata " aku
belajar dari anak kecil itu, dan meminta doa darinya". Maka anak kecil itu
ditanya, belajar dari mana kau wahai anak kecil? dia menjawab :" aku belajar
dari Rahib ", maka Rahib pun ditangkap dan ketiganya dikumpulkan. Pertama
Rahib yang ditanya " kau yang menjadi biang dari ajaran ini, mau tinggalkan
kepercayaan yang mengatakan Tuhan adalah Allah, kembali pada ajaranku bahwa
aku adalah Tuhan, kalau tidak aku akan membunuhmu?!", maka Rahib menjawab :
" Aku tidak akan menyembahmu, Tuhanku tetap ALLAH". Maka Rahib itu
digergaji, tubuhnya dibelah menjadi dua, kenapa di gergaji dan tidak
disembelih langsung?, karena supaya terasa pedihnya. Kemudian raja melihat
orang yang kedua, orang buta yang menjadi sembuh dan berkata:" wahai temanku
kau telah melihat siksa yang begitu pedih, kau mau seperti itu atau kau
kembali pada ajaranku?! orang itu berkata " Tuhanku ALLAH ", maka ia pun
digergaji. Tinggallah anak kecil itu, untuk anak kecil ini raja tidak
berani, karena kalau raja perbuat hal seperti itu pada anak kecil rakyatnya
akan protes, maka anak kecil itu dibebaskan. Lalu raja memanggil anak-anak
kecil yang seumur dia dan berkata : " kalian ajak anak ini ke atas gunung,
kalian ku beri dinar dan dirham, sesampainya di puncak gunung jatuhkan dia
ke jurang ", pasukan raja diikutkan bersama mereka. Sesampainya di atas
gunung anak kecil ini sudah mempunyai firasat bahwa ia akan dicelakakan ,
maka ia berdoa kepada Allah " Wahai Allah lindungi aku dari mereka ", maka
gunung pun terguncang dan semuanya wafat kecuali anak kecil ini. Anak kecil
itu kembali pada raja (namanya anak kecil, kalau orang dewasa pasti dia lari
menjauh dari raja), raja terkejut melihat anak itu kembali seraya bertanya :
"mana teman-temanmu dan pasukanku?", semuanya mati di gunung hanya aku yang
selamat, Allah menyelamatkan aku, jawab anak itu. Kemudian raja berkata " ya
sudah sana kamu pulang",
lalu raja berkata kepada orang-orang yang diatas usianya dan beberapa
pasukannya : " ajak dia main ke laut, sampai di tengah laut masukkan ke
dalam tong besar dan tenggelamkan dia di laut, lalu kalian pulang". Maka
anak kecil ini di bawa ke laut sesampainya di laut dia dimasukkan ke dalam
tong, lantas anak keci itu berdoa kepada Allah: " Ya Allah lindungi aku dari
mereka ", maka Allah menjadikan gelombang lautan yang sangat dahsyat dan
menenggelamkan semuanya, tong yang memang berisi udara belum di beri
pemberat terus mengambang sampai ke tepi pantai, selamat lagi anak kecil
ini, maka ia balik kepada raja, raja kaget melihat anak itu kembali dan
bertanya "mana teman mu yang lain?" Anak itu menjawab : "semuanya mati
tenggelam di laut, hanya aku yang selamat, Allah yang selamatkan aku!!" maka
raja terdiam.
Kemudian anak kecil itu berkata " wahai raja, jika kau ingin membunuh aku
maka taati perintahku, kalau kau tidak taat perintahku kau tidak akan bisa
membunuh aku", maka raja taat dan berkata : " ya sudah, apa yang kau
perintahkan"? raja pun taat kepada anak kecil yang menyembah Allah SWT. Anak
itu berkata : " kau kumpulkan semua rakyatmu, lalu ikat aku di sebuah tiang
kemudian panah aku dengan panah milikku, saat akan memanah sang pemanah
harus berteriak :
ÈöÓúãö Çááåö ÑóÈøö ÇúáÛõáÇóãö
" Dengan nama Allah, Tuhan anak kecil ini…! "
Maka raja tidak sadar dengan perbuatan itu, raja mengumpulkan rakyatnya dan
mengikat anak itu di sebuah tiang di tengah-tengah rakyat, dan raja berkata
"lihat anak yang kalian anggap hebat, dan setiap doanya mustajab dia
sekarang akan mati di tangan pemanahku" , maka saat memanah sang pemanah
sudah diperintah untuk berteriak :
ÈöÓúãö Çááåö ÑóÈøö ÇúáÛõáÇóãö
maka panah sampai ke tubuh anak kecil itu dan ia pun wafat. Maka semua orang
berseru :
ÃóãóäøóÇ ÈöÑóÈøö ÇúáÛõáÇóãö
" Kami beriman kepada Tuhan anak itu….! "
Dan rakyat tidak lagi mau menyembah raja, karena raja berkata dengan
kewibawaannya " lihat anak ini akan mati", bukan kewibawaan dia membuat
kematian anak ini tapi justru karena kemuliaan Tuhan anak kecil itu karena
sang pemanah sudah diperintah untuk mengucapkan " Bismillaahi Rabbil
Ghulaam", maka ini yang benar maka banyak yang masuk Islam. Sang raja risau,
lalu ia menggali Ukhduud Parit), barusan yang saya sebut dalam surah Al
Buruuj, tafsir daripada firman Allah :
ÞõÊöáó ÃóÕúÍóÇÈõ ÇáÃõÎúÏõæÏö ( ÇáÈÑæÌ : 4
" Binasalah orang-orang yang membuat parit ". ( QS. Al Buruuj : 5 )
Ukhduud yaitu sebuah parit besar di isi kayu bakar dan dinyalakan apinya,
maka orang yang tidak mau meninggalkan agama yang mereka anut yaitu agama
Allah, maka akan dibakar dilempar ke dalam api.
Al Imam At Thabari di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ketika kejadian
itu,,,,Allah mewafatkan mereka sebelum di sentuh api, sebelum disentuh api
mereka sudah wafat sehingga mereka tidak merasakan terbakarnya api,
sebaliknya Allah SWT berfirman :
ÞõÊöáó ÃóÕúÍóÇÈõ ÇáÃõÎúÏõæÏö ¤ ÇáäøóÇÑö ÐóÇÊö ÇáúæóÞõæÏö ¤ ÅöÐú åõãú
ÚóáóíúåóÇ ÞõÚõæÏñ ¤ æóåõãú Úóáóì ãóÇ íóÝúÚóáõæäó ÈöÇáúãõÄúãöäöíäó ÔõåõæÏñ ¤
æóãóÇ äóÞóãõæÇ ãöäúåõãú ÅöáÇ Ãóäú íõÄúãöäõæÇ ÈöÇááøóåö ÇáúÚóÒöíÒö ÇáúÍóãöíÏö
¤ ÇáøóÐöí áóåõ ãõáúßõ ÇáÓøóãóÇæóÇÊö æóÇáÃÑúÖö æóÇááøóåõ Úóáóì ßõáøö ÔóíúÁò
ÔóåöíÏñ ¤ Åöäøó ÇáøóÐöíäó ÝóÊóäõæÇ ÇáúãõÄúãöäöíäó æóÇáúãõÄúãöäóÇÊö Ëõãøó
áóãú íóÊõæÈõæÇ Ýóáóåõãú ÚóÐóÇÈõ Ìóåóäøóãó æóáóåõãú ÚóÐóÇÈõ ÇáúÍóÑöíÞö (
ÇáÈÑæÌ : -104
" Binasalah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (yang mempunyai)
kayu bakar , ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan
apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman, Dan mereka tidak
menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu
beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, Yang mempunyai
kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu,
Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan kesulitan kepada orang-orang yang
mukmin laki-laki dan perempuan, kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi
mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar ". ( QS. Al
Buruuj : 4-10 )
Al Imam At Thabari mengatakan makna siksa api jahannam sudah jelas, maka
yang tidak mau tobat dan tidak mau menyembah Allah, akan mendapatkan itu.
Tapi apa maksud kalimat :
æóáóåõãú ÚóÐóÇÈõ ÇáúÍóÑöíÞö ( ÇáÈÑæÌ : 11
" Dan bagi mereka siksaan yang membakar" ( QS. Al Buruuj : 11 )
Al Imam At Thabari menukil beberapa riwayat yang tsiqah ( kuat ) di dalam
tafsirnya, bahwa setelah api selesai membenamkan muslimin di dalam parit
itu, maka api itu keluar dari parit itu dan membakar semua orang yang
menyaksikan disekitarnya, mereka di siksa dan lama di bakar oleh api itu
tetapi tidak juga mati, mereka terus hidup dan terus tersiksa dengan api itu
padahal kalau orang di bakar dengan api hanya bertahan beberapa puluh detik
saja, namun mereka tidak juga mati walaupun api sudah membakar mereka,
karena firman Allah bahwa mereka akan mendapatkan siksaan api yang demikian
dahsyat panasnya, disebabkan mereka menyiksa dan membakar muslimin muslimat
di masa itu.
Demikian hadirin hadirat…Yang ingin saya ulas adalah kekuatan muslimin
muslimat itu ada pada Allah SWT . Seorang anak kecil, yang kelihatannnya
tidak berdaya hati-hati kalau dia sudah dicintai Allah SWT .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah..
Inilah Jiwa yang mulia dan suci itu kalau sudah dicintai oleh Allah SWT,
beruntung orang yang mendekat padaNya dan merugi orang yang menjauh dariNya.
Kemudian Allah meneruskan firmanNya :
Åöäøó ÇáøóÐöíäó ÂóãóäõæÇ æóÚóãöáõæÇ ÇáÕøóÇáöÍóÇÊö áóåõãú ÌóäøóÇÊñ ÊóÌúÑöí
ãöäú ÊóÍúÊöåóÇ ÇáúÃóäúåóÇÑõ Ðóáößó ÇáúÝóæúÒõ ÇáúßóÈöíÑõ ) ÇáÈÑæÌ : 11
" Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh
bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah
keberuntungan yang besar". ( QS. Al Buruuj : 11)
Hadirin hadirat tawaran Ilahi menawarkan ini kepada kita, dan tentunya semua
kita yang hadir berharap untuk melihat surga Allah SWT. Semoga Allah SWT
Yang Maha Agung, yang memiliki 'arsy yang agung dan yang memiliki kerajaan
langit dan bumi memastikan seluruh kita yang hadir ini adalah penduduk sorga
dan tidak melihat neraka selama-lamanya, dan tidak juga terkena siksa kubur
, tidak juga terkena sulitnya sakaratul maut, tidak juga terkena banyaknya
musibah di dunia, selalu dalam rahmat di dunia dan akhirah.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah..
Rasul SAW bersabda diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari berkaitan dengan
firman Allah SWT :
ÅöäøóãóÇ íóÎúÔóì Çááå óãöäú ÚöÈóÇÏöåö ÇúáÚõáóãóÇÁõ ( ÝÇØÑ : 28
" Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah
ulama ". ( QS. Fathir : 28 )
Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari :
ÇóáúÚõáóãóÇÁõ æóÑóËóÉõ ÇúáÃóäúÈöíóÇÁö
" Ulama' adalah pewaris para Nabi "
Maksudnya apa? Kemuliaan-kemuliaan tuntunan Ilahi dan keberkahan yang ada di
masa Rasulullah SAW itu tidak sirna dan padam tapi berkesinambungan
sepanjang generasi dan tidak akan pernah ada akhirnya, hingga akhir zaman.
Sebagaimana sabda beliau riwayat Shahih Al Bukhari :
áÇó ÊóÒóÇáõ ØÇóÆöÝóÉñ ãöäú ÃõãøóÊöíú ÙÇóåöÑöíúäó ÍóÊøóì íóÃúÊöíóåõãú ÃóãúÑõ
Çááåö æóåõãú ÙÇóåöÑõæúäó ( ÕÍíÍ ÇáÈÎÇÑí
"Selalu ada kelompok dari ummatku yang terus muncul dengan kebenaran, hingga
mereka menghadap Allah mereka akan terus ada dan terlihat jelas" (Shahih
Bukhari)
Kecuali di saat-saat kehancuran (hari kiamat) maka tiada lagi muslimin
muslimat, hari kehancuran yaitu hari kiamat. Namun yang dimaksud Nabi adalah
sampai sebelum datangnya hari kiamat, pada saat akan dekat waktu kiamat di
saat itu masih ada ulama', masih ada orang-orang mulia dan para shalihin dan
mereka itu akan terus terlihat di hari kiamat .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah …
Sesungguhnya orang yang paling risau dan khusyu' hatinya kepada Allah adalah
para Ulama'. Kalau kita temukan di masa sekarang orang yang mengaku ulama,
mengaku hafal Al Qur'an, mengaku hafal banyak hadits tapi bertentangan
dengan sunnah Nabi Muhammad SAW dan juga tidak khusyu' maka tentunya bukan
ulama' yang diakui oleh Allah SWT. Masa sekarang, mau disebut ulama' tapi
mengharamkan orang berzikir, mengharamkan orang-orang bershalawat kepada
Nabi Muhammad SAW, sedangkan berkumpul dalam kemaksiatan tidak diributkan
tetapi berkumpul karena berzikir dan bershalawat dikatakan hati-hati bid'ah,
syirik. Maasyaallah!! Yang seperti ini bukan ulama' tapi ini adalah
orang-orang yang belum memahami Ilmu Hadits .
Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari, Rasulullah SAW bersabda :
íóÐúåóÈõ ÇáÕøóÇáöÍõæäó ÇáÃóæøóáõ ÝóÇúáÃóæøóáõ æóíóÈúÞóì þÍõÝóÇáóÉñ
þþßóÍõÝóÇáóÉö ÇáÔøóÚöíÑö Ãóæö ÇáÊøóãúÑö áÇó íõÈóÇáöíåöãõ Çááøóåõ ÈóÇáóÉð
"Orang-orang shalih telah pergi (wafat), satu per satu, sampai tidak tersisa
seorangpun kecuali manusia-manusia yang buruk, ibarat sampah gandum atau
ampas kurma yang Allah tidak lagi mempedulikan mereka sedikitpun." ( HR.
Bukhari )
Maksudnya adalah kalau suatu lingkungan masyarakat tiada lagi orang shalih,
tidak ada lagi ulama disitu, maka hati-hati wilayah itu berada pada
peringkat nomor satu untuk mendapatkan musibah, karena Allah tidak peduli.
Bukan Allah tidak peduli pada mereka berarti Allah kejam pada mereka, bukan.
Namun tentunya musibah datang kepada mereka untuk menghapus dosa-dosa, itu
menjadi bentuk cinta Allah. Maksudnya, Allah tidak peduli adalah kalau ada
orang – orang shalih ada kumpulan majelis zikir, majelis ta'lim, ketika
Allah akan menurunkan musibah maka di tunda dulu, karena masih ada orang
shalih berdoa meminta untuk dijauhkan dari musibah, masih ada orang yang
beristighfar, masih ada orang yang memuji Allah, maka Allah SWT
menyingkirkan musibah itu. Tetapi, jika tidak ada lagi orang shalih maka
Allah tidak segan-segan untuk menghapus dan menghabisi dosa-dosa mereka
dengan menumpahkan kesedihan kepada umat itu, hal ini adalah dari kasih
sayang Allah tapi kasih sayang yang pedih, seperti seorang Ibu yang melihat
anaknya sakit, misalnya anak itu tidak bisa diobati hanya dengan diberi
vitamin c, harus dengan disuntik, mau tidak mau sang anak merasakan pedihnya
jarum yang ditusukkan ke tubuhnya demi mengobatinya. Demikian juga
masyarakat suatu wilayah yang tidak mau mendekat kepada Allah kecuali
setelah diberi musibah, maka didatangkanlah musibah.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah…
Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam Fathul Bari bisyarh Shahih Al Bukhari
mensyarahkan makna hadits ini " Janganlah kalian bermukhalafah
(bertentangan) dengan para ulama' dan shalihin karena jika ini terjadi maka
keadaan kita tidak dipedulikan oleh Allah". Maka semoga para ulama' kita,
Shalihin kita senantiasa mengajarkan kita untuk selalu bersamar para ulama'
dan shalihin, lebih-lebih lagi selalu bershalawat mencintai Sayyidina Nabi
Muhammad SAW. Yang Allah SWT telah berfirman :
æóãóÇ ßóÇäó Çááøóåõ áöíõÚóÐøöÈóåõãú æóÃóäúÊó Ýöíåöãú æóãóÇ ßóÇäó Çááøóåõ
ãõÚóÐøöÈóåõãú æóåõãú íóÓúÊóÛúÝöÑõæäó ( ÇáÃäÝÇá :33
" Dan Allah tidak akan mengazab mereka, selama engkau ( Muhammad ) berada di
antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, selama mereka
meminta ampunan ". ( QS. Al Anfaal : 33 )
Perbanyaklah istighfar kepada Allah, karena itu akan menjadi benteng dari
datangnya musibah, perbanyak shalawat dan cinta kepada Allah dan Nabi
Muhammad dan para shalihin, makmurkan masjid, makmurkan majelis taklim,
makmurkan majelis zikir maka musibah akan semakin jauh dari kita,
Insyaallah.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah…
Sampailah kita pada hadits mulia, yang mana Nabi kita Muhammad SAW ingin
membanggakan ummatnya di hari kiamat, seraya bersabda :
Åöäøó ÃõãøóÊöíú íõÏúÚóæúäó íóæúãó ÇúáÞöíóÇãóÉö ÛõÑøðÇ ãõÍóÌøóáöíúäó ãöäú
ÂËóÇÑö ÇúáæõÖõæúÁö Ýóãóäö ÇÓúÊóØóÇÚó ãöäúßõãú Ãóäú íõØöíúáó ÛõÑøóÊóåõ
ÝóáúíóÝúÚóáú ( ÕÍíÍ ÇáÈÎÇÑí
" Sungguh ummatku digelari di hari kiamat sebagai cahaya yang terang
benderang, dari bekas wdhunya, maka barangsiapa yang mampu diantara kalian
untuk memperluas bagian ( yang disentuh air) pada anggota wudhunya , maka
lakukanlah ( HR. Bukhari )
Maksud dari hadits ini adalah memperbanyak wudhu. Dan para ulama' kita di
dalam mazhab As Syafi'i diantaranya Al Imam An Nawawi Al Imam Ar Raafi'i dan
lainnya mengatakan, yang di maksud adalah anggota wudhu itu kita lebihkan
yang di sentuh air . Jadi kalau wajah sudah jelas anggota wudhu dan batasnya
dari telinga kiri ke telinga kanan dari ujung dahi teratas sampai ujung
dagu, itu batas yang wajib terkena air dalam berwudhu. Kalau mau mendapatkan
Ghurran Muhajjalin ( cahaya yang terang benderang ), maka membasuhnya
diperluas ke kanan kiri dan atas bawah hingga sampai ke leher, jadi bukan
hanya batas wajib saja yang terkena air wudhu. Kalau membasuh tangan
disunnahkan untuk melebihkannya sampai tengah-tengah 'adhud (di antara siku
dan tulang punggung, di atas siku) bukan di siku karena kalau sampai di siku
itu adalah batas wajib. Jadi agar mendapatkan ghurran muhajjalin, maka
basuhlah tangan sampai ke atas siku. Adapun kaki, maka membasuhnya
dilebihkan sedikit di atas mata kaki. Jadi kalau berwudhu jangan dipaskan di
batasan yang wajib saja, tapi lebihkan sedikit. Demikian pula rambut jangan
di hanya yang fardhu saja, untuk rambut meskipun yang dikenai air hanya
beberapa helai saja itupun sudah sah wudhunya, tapi sunnah kesemuanya untuk
mendapatkan Ghurran muhajjalin. Maka kita akan dibanggakan oleh Nabi kelak
di hari kiamat. Demikian sabda Rasulullah SAW yang tiada lain Rasul ingin
kita bercahaya, Rasul SAW ingin kita terang benderang, Rasul ingin kita
indah, tampan dan cantik di hari kiamat karena bekas air wudhu, Ghurran
Muhajjalin di hari kiamat. Ghurran itu adalah salah satu bintang seperti
najm, bintang yang berpijar. Muhajjalin itu berpijar dengan cahaya yang
terang benderang. Indahnya Sang Nabi memberi tahu perhiasan yang memperindah
wajah kita di hari kiamat yaitu dengan memperbanyak wudhu , dan wudhu itu
menghapus dosa. Hadirin hadirat,, Nabi kita selalu menginginkan kita pada
sesuatu yang paling mulia, pada hal-hal yang paling indah.
Semoga aku dan kalian di hari kiamat berkumpul dengan golongan " Ghurran
Muhajjalin" wajah yang terang benderang karena bekas air wudhu kita. Dan
semoga hadits yang kita baca ini membawa keberkahan bagi kita, karena hadits
ini sangat musalsal dari guru ke guru hingga kepada Rasulullah SAW. Semoga
kita di dalam kemuliaan Ghurran Muhajjalin di yaumul qiyamah dan juga di
dunia kita terang benderang dengan cahaya wudhu' kita, Amiin.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah…
Ada beberapa hal yang perlu saya jelaskan tentang beberapa pertanyaan yang
muncul dari saudara saudari kita, yaitu tentang khitan bagi bayi wanita.
Kedokteran tidak memperbolehkan khitan bagi bayi wanita, karena hal itu akan
membahayakan kesehatan bayi wanita. Tapi khitan bagi bayi wanita adalah
sunnah muakkadah, diriwayatkan oleh Al Imam Abi Daud dan Al Imam At Turmuzi
di dalam Mazhab Al Imam As Syafi'i bahwa khitan bagi bayi wanita sunnah
muakkadah, dan bagi bayi laki-laki hukumnya wajib walaupun namanya "Sunat"
tapi hukumnya wajib. Jadi khitan bagi bayi wanita <>, mereka yang mau
melakukannya, lakukanlah dan yang tidak mau melakukannya tidak berdosa.
Namun kalau ditanya hukumnya adalah sunnah, walaupun semua kedokteran di
barat dan timur melarang, maka kita ummat muslimin tetap mengikuti Sayyidina
Muhammad SAW . Namun karena hal ini sunnah maka boleh dilakukan, boleh
tidak. Tapi kalau seandainya dilakukan akan membawa mudharat ( bahaya ),
maka jangan dilakukan.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah…
Yang kedua adalah pertanyaan tentang apakah keturunan Rasulullah SAW itu
sudah terputus, karena wafatnya Sayyidina Husain ibn Ali bin Abi Thalib di
dalam peperangan karbala, jawabannya adalah tentunya orang yang mengatakan
keturunan Rasulullah itu putus sudah ada sejak zaman Nabi SAW, dan sudah
Allah jawab dengan firmanNya :
ÅöäøóÇ ÃóÚúØóíúäóÇßó ÇáúßóæúËóÑó ¤ ÝóÕóáøö áöÑóÈøößó æóÇäúÍóÑú ¤ Åöäøó
ÔóÇäöÆóßó åõæó ÇáúÃóÈúÊóÑõ ( ÇáßæËÑ : 1-3
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Telaga Alkautsar, Maka
dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah, Sesungguhnya orang-orang
yang membenci kamu dialah yang terputus keturunannya". ( QS. Al Kautsar :
1-3 )
Ayat yang ketiga yang menjawab orang yang mengatakan keturunan Nabi
terputus. Orang-orang di masa Nabi mengatakan keturunan Nabi itu putus,
karena anak laki-lakinya semua wafat (Qasim, Ibrahim, Abdullah ) yang
tersisa Sayyidatuna Fathimah Az Zahra' dan putrid putri beliau saw, maka
dikecoh oleh kaum kuffar qurays dikatakan putus keturunannya, dalam bahasa
arabnya adalah Abtar. Abtar itu tidak punya keturunan, kenapa? karena semua
anaknya wanita, tidak punya anak laki-laki, maka Allah SWT menjawab :
Åöäøó ÔóÇäöÆóßó åõæó ÇáúÃóÈúÊóÑõ ( ÇáßæËÑ : 3
" Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus". ( QS.
Al Kautsar : 3 )
Ayat ini menjawab semua mereka yang mengatakan putusnya keturunan Rasulullah
SAW, merekalah yang akan di putus keturunannya oleh Allah swt,
wal'iyazubillah, jadi kalau bicara hati-hati. Dan ayat ini menjawab bahwa
keturunan Rasul SAW berkesinambungan, tidak terputus.
Lebih dari seratus hadits yang meriwayatkan bahwa keturunan Rasul
berkesinambungan sampai di masa Nabi Isa bin Maryam dibangkitkan kembali di
akhir zaman.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah..
Dan juga pertanyaan lain tentang hukum nikah Mut'ah. Nikah mut'ah ini kawin
kontrak hanya beberapa hari selesai, hal ini pernah diperbolehkan oleh Rasul
SAW kemudian diharamkan. Sebagaimana arak, khamr, minuman keras pernah
dihalalkan kemudian dihalalkan. Jadi hal ini sudah diharamkan, diriwayatkan
di dalam Shahih Al Bukhari oleh Sayyidina Ali Bin Abi Thali Kw bahwa Rasul
telah mengharamkan nikah mut'ah, dan hal ini juga teriwayatkan lebih dari
sebelas hadits di dalam Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim tentang
diharamkannya nikah kontrak (kawin mut;ah), demikian hadirin hadirat.
Sebenarnya masih banyak pertanyaan lain, namun hanya ini yang bisa kita
bahas malam hari ini.
Juga masalah salaman saya lihat semakin hari semakin padat, semakin banyak
yang cedera, terkadang saya yang cedera, kadang yang ingin bersalaman yang
cedera. Jadi kalau dalam salaman tidak usah terlalu memaksakan diri, yang
kebagian salaman,,,,,yang tidak kebagian salaman saya doakan Allah yang
sampaikan rahmatNya kepadanya. Dan juga jangan khawatir ini (hanya) sentuhan
jasadiah (tubuh), sentuhan kulit bisa dilepas lagi, tapi sentuhan hati tidak
bisa lepas dunia dan akhirah. Semoga kita selalu dalam keluhuran.
Kita bermunajat kepada Allah SWT, semoga Allah sukseskan semua perjuangan
kita, semoga Allah swt munculkan kedamaian khususnya di bumi Jakarta umumnya
di seluruh wilayah muslimin di barat dan timur. Rabbi kami berdoa untuk diri
kami, agar Engkau terangi jiwa kami dengan cahaya namaMu, dengan cahaya
khusyu', dengan cahaya kemuliaan, Kau terangi langit dengan berjuta triliun
bintang-bintang dengan cahaya yang demikian dahsyatnya, entah berapa juta
triliun mega watt yang menerangi setiap planet itu, dan Kau bisa membuatnya
terang benderang, maka terangi jiwa kami wahai Rabbi lebih dari langit yang
telah kau terangi menjadi terang benderang dengan cahaya namaMu Yang Maha
Indah.
Ya Rahman Ya Rahiim, singkirkan dari kami keinginan untuk membuat dosa,
munculkan kepada kami keinginan untuk berbuat baik. Ya Rahman Ya Rahim,,
kami berdoa untuk saudara saudari kami yang terkena musibah, yang wafat agar
dikumpulkan bersama para syuhada', yang masih hidup semoga Engkau gantikan
dengan kemuliaan dunia dan akhirat. Dan kami berdoa untuk teman-teman kami
yang masih terjebak dalam narkotika atau perjudian, yang terjebak dalam
perzinahan dan semua kriminal yang barangkali mereka terjebak di dalamnya,
hujani mereka dengan taubat dan hidayah, undang mereka untuk berbuat luhur,
undang mereka agar berbuat mulia Ya Allah. Ya Rahman Ya Rahim,, dan kami
berdoa untuk negeri kami ini yang baru saja di pimpin oleh pemimpin dan
kabinet-kabinet yang terpilih. Rabbi jadikan pemimpin dan kabinet menteri
kami dilimpahi rahmat dan keberkahan dan Kau tuntun mereka pada keluhuran,
barangkali mereka ada yang dalam kesalahan maka bimbing dalam kebenaran,
mereka yang dalam kesalahan bimbing pada keluhuran, mereka yang dalam
ketidakfahaman balikkan pada kebenaran, Ya Rahman Ya Rahim Ya Zal Jalaali
wal Ikram, mereka juga yang telah maju, para konglomerat mereka para
pengusaha yang menindas orang-orang muslim, Rabbi.. beri mereka hidayah,
gantikan hati mereka dengan hati yang suka mencurahkan harta kepada para
fuqaraa', dan para kaum fuqara' kami, kaum –kaum susah dan miskin kami,
Rabbi.. mereka terus merintih dalam kesusahan, jika niatMu ingin mengangkat
mereka pada derajat yang luhur maka percepatlah dan ganti dengan kemakmuran
dunia dan akhirah . Banyak para fuqara' yang Kau tindihkan dengan
masalah-masalah yang sulit dan kefaqiran demi mengangkat derajat mereka
luhur di akhirah, maka percepatlah wahai Rabbi dan kemudian muliakan mereka
dalam kemakmuran dunia dan akhirah. Wahai Allah Yang memiliki alam semesta,
kami berdoa dan memanggil namaMu yang Kau telah berfirman dalam hadits qudsi
:
íÇóÇÈúäó ÂÏóã Åöäøóßó ãÇóÑóÌóæúÊóäöíú æóÏóÚóæúÊóäöíú ÛóÝóÑúÊõ áóßó Úóáóì ãóÇ
ßÇóäó ãöäúßó æóáÇó ÃõÈÇóáöí
" Wahai anak Adam! Sesungguhnya jika engkau berharap dan memohon ampunan
dariKu, maka akan Aku ampuni segala dosa-dosamu dan tidak Kupedulikan lagi
".
ÝóÞõæúáõæúÇ ÌóãöíúÚðÇ...
Katakanlah bersama-sama…
íóÇ Çááåú íóÇ Çóááåú íóÇ Çááåú...íóÇ Çááåõ íóÇ ÑóÍúãóäõ íóÇ
ÑóÍöíúãõ...áÇóÅáåó ÅöáÇøó Çááå... ãõÍóãóøÏñ ÑóÓõæúáõ Çááåö Õóáóøì Çááåõ
Úóáóíúåö æóÓóáóøãó ÚóáóíúåóÇ äóÍúíóÇ æóÚóáóíúåóÇ äóãõæúÊõ æóÚóáóíúåóÇ
äõÈúÚóËõ Åöäú ÔóÇÁó Çááåõ ãöäó ÇúáÃóãöäöíúäó.
Hadirin, kita tidak lupa dengan firman Allah " Bahwa Allah SWT tidak akan
memutus rahmatNya, jangn putus asa dengan cintaNya, Jika kekasihmu memutus
cintanya padamu , maka Allah tidak akan memutus cintaNya pada kita, jadi
jangan risau. Dan yang perlu saya sampaikan acara kita malam 1 Januari
Insyaallah, sudah dikeluarkan izinnya yaitu di pintu utama gelora Bung
Karno, semoga acara ini sukses. Guru mulia kita Al Musnid Al 'Arif billah Al
Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh yang telah menyetujui acara ini
dan acara haul Al Imam Fakhrul Wujud Abu Bakr bin Salim tanggal 3 Januari
hari Ahad di Cidodol seperti biasa setiap tahunnya, lalu acara malam selasa
kita tanggal 4 Januari Insya Allah di Monas bersama beliau juga. Semoga
acara-acara ini sukses. Demikian yang bisa saya sampaikan, kita lanjutkan
dengan mengenang kembali Indahnya Idola kita, Nabi kita Sayyidina Muhammad
SAW. Tafaddhal Masykuraa…
ãóæúáÇóíó Õóáøö æóÓóáøöãú ÏóÇÆöãðÇ ÃóÈóÏðÇ Úóáóì ÍóÈöíúÈößó ÎóíúÑö ÇáÎóáúÞö
ßõáøöåöãö
Terakhir Diperbaharui ( Monday, 09 November 2009 )
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar